Green Update

[Ind] Manfaat ‘Sang Pahlawan Pesisir’ bagi Lingkungan

Tentunya sudah sangat sering kita dengar bahwa Indonesia merupakan salah satu negara dengan garis pantai terpanjang di dunia dan memiliki kekayaan ekosistem mangrove yang tinggi. Indonesia memiliki sekitar 3,31 juta hektar hutan mangrove yang tersebar di seluruh garis pantai Indonesia. Namun dari publikasi Center for International Forestry Research (CIFOR) pada tahun 2012, luas hutan mangrove di Indonesia telah mengalami penurunan 30-50% dalam setengah abad terakhir ini karena beberapa kegiatan pesisir seperti pembangunan, perluasan daerah tambak, abrasi air laut, dan penebangan yang berlebihan.

Belum banyak yang menyadari bahwa ekosistem mangrove memegang peran penting dalam berbagai aspek, terutama aspek ekologi. Ekosistem mangrove salah satu ekosistem alami yang perlu dipertahankan karena sangat berpengaruh terhadap lingkungan maupun kehidupan keanekaragaman hayati di pesisir. Beberapa manfaat ekologis ekosistem mangrove antara lain sebagai berikut:

Pemecah Gelombang Alami di Pesisir

Struktur dan sistem perakaran mangrove dapat meredam energi gelombang dengan cara menurunkan tinggi gelombang saat melalui hutan mangrove. Mungkin bagi sebagian penduduk yang tinggal di daerah perkotaan, manfaat ini tidak akan terlalu dirasakan. Tapi bagi masyarakat yang tinggal di pesisir, penurunan tinggi maupun energi gelombang laut oleh hutan mangrove akan sangat diandalkan bagi mereka yang hidup bergantung pada fenomena fisis di lautan (memiliki tempat tinggal di pesisir).

Bahkan menurut penelitian Harada dan Fumihiko (2003), dikatakan bahwa ketebalan mangrove selebar 200 meter dapat meredam hingga 50% energi gelombang tsunami! Tentunya hal ini menjadi sangat bermanfaat dalam mitigasi bencana pesisir agar dampak yang ditimbulkan oleh tsunami dapat diminimalisir. Tidak hanya itu, salah satu penelitian lainnya oleh Pratikno et al. (2003) menunjukkan bahwa gelombang laut setinggi 1,09 m dapat direduksi oleh hutan mangrove menjadi 0,73 m.

Sumber: Zeedoo (pixabay.com)

Mencegah Erosi Pantai

Setelah sebelumnya kita membahas mengenai mangrove sebagai pemecah gelombang, terdapat manfaat ‘susulan’ yang diperoleh dari manfaat tersebut. Erosi umumnya terjadi ketika daratan di pantai terkikis oleh hempasan gelombang yang mengenai pantai tersebut. Semakin rendah energi dan tinggi gelombang, maka sedimen atau tanah yang terbawa oleh gelombang laut akan semakin kecil. Hal ini berpotensi mengurangi dampak erosi di pantai, bahkan dalam beberapa kasus pengurangan dampak erosi ini bisa terjadi sangat signifikan.

Peran ekosistem mangrove dalam mencegah erosi tidak hanya disebabkan karena manfaatnya sebagai pemecah gelombang, tapi juga sebagai penahan sedimen. Hutan mangrove mampu mengikat sedimen yang terlarut di sungai sehingga memperkecil erosi atau abrasi pantai. Sediadi (1991) pernah melakukan penelitian terhadap 2 wilayah di Marunda, Jakarta yang ditumbuhi mangrove dan tidak ditumbuhi mangrove. Selama dua bulan, wilayah yang tidak ditumbuhi mangrove mengalami erosi mencapai 2 meter. Sedangkan wilayah yang ditumbuhi mangrove hanya mengalami erosi sebesar 1 meter.

Sumber: Peggy_Marco (pixabay.com)

Habitat Berbagai Keanekaragaman Hayati

Salah satu manfaat ekologis dari ekosistem mangrove adalah kemampuannya dalam menyeimbangkan siklus hara di lingkungan. Banyak yang belum mengetahui bahwa produksi serasah atau guguran daun dari hutan mangrove dapat dimanfaatkan menjadi ‘sumbangan’ unsur hara atau nutrisi bagi flora dan fauna yang hidup di daerah tersebut dan berhubungan terhadap perputaran unsur hara dalam ekosistem. Hal inilah yang menyebabkan ekosistem mangrove menjadi ekosistem yang nyaman untuk berbagai keanekaragaman hayati.

Ekosistem mangrove merupakan habitat bagi beberapa fauna akuatik seperti ikan, udang, dan kerang. Tidak hanya itu, fauna terestrial seperti insekta atau serangga, reptilia, amphibia, mamalia, dan burung juga banyak hidup di ekosistem ini. Bahkan berdasarkan penelitian Soemodihardjo et al. (2003) didapatkan bahwa keanekaragaman jenis fauna laut ekosistem mangrove di Indonesia mencapai 118 jenis.

 

Sumber: Ellen26 (pixabay.com)

‘Penstabil’ Iklim

Mangrove tidak hanya bermanfaat bagi makhluk hidup, tapi juga bagi iklim di bumi. Walaupun pohon mangrove tidak memiliki struktur tumbuhan yang besar, tetapi pohon mangrove merupakan salah satu penyimpan stok karbon yang cukup baik. Bahkan terdapat publikasi yang menunjukan bahwa mangrove lebih unggul daripada tumbuhan di daratan dalam hal penyerapan karbon dari atmosfer. Ekosistem mangrove lebih banyak menyimpan karbon di dalam sedimennya, atau dengan kata lain ‘memerangkap’’ karbon di dalam sedimen. Apabila terdapat kerusakan ekosistem mangrove, karbon yang sebelumnya sudah tersimpan akan dengan mudah terlepas ke atmosfer dan akan mempengaruhi iklim dengan cukup signifikan. Hal itu bisa terjadi karena stok karbon yang disimpan oleh ekosistem mangrove di dalam tanah cukup besar.

Beberapa manfaat mangrove di atas hanyalah sebagian dari segudang manfaat mangrove yang ada. Semua manfaat itu bisa kita dan lingkungan rasakan baik secara langsung atau tidak langsung. Oleh karena itu, kita berkewajiban untuk menjaga kelestarian dan kondisi dari ekosistem mangrove, setidaknya yang ada di sekitar kita.

 

Sumber: kps7942 (pixabay.com)

Writer: Charles Zon

Editor: Bayu Pamungkas

Related posts

Mangroves, The Guardian of The Sea

editorweb

[Ind] Mangrove di Jakarta? Untuk apa?

editorweb

Peringati Hari Maritim Nasional 2021, Mangrove Jakarta Wujudkan Lingkungan Asri Dengan Menanam 10,000 Bibit Mangrove

editorweb

Leave a Comment