Green Update

PT Sunindo Pratama Tbk Bersama Mangrove Jakarta Perkuat Gerakan Restorasi Pesisir, 4.000 Mangrove Ditanam

Upaya menjaga ekosistem pesisir terus dilakukan melalui kolaborasi antara komunitas, dunia usaha, dan masyarakat. Bertepatan dengan peringatan Hari Mangrove Sedunia, PT Sunindo Pratama Tbk bersama Mangrove Jakarta kembali melaksanakan penanaman mangrove di kawasan Muara Baru, Karawang. Sebanyak 1.000 bibit mangrove ditanam dalam kegiatan yang menjadi event keempat dari rangkaian kolaborasi kedua pihak. Dengan penanaman tersebut, total mangrove yang telah ditanam dalam rangkaian program mencapai 4.000 bibit. Konsistensi ini menjadi bagian dari upaya Mangrove Jakarta untuk mendorong gerakan restorasi pesisir yang tidak hanya berorientasi pada penanaman, tetapi juga pada keberlanjutan ekosistem dan peningkatan kesadaran masyarakat.

Founder Mangrove Jakarta, Paundra Hanutama, mengatakan bahwa rehabilitasi mangrove membutuhkan proses panjang dan tidak dapat dilakukan hanya dengan menanam bibit. Menurutnya, keberhasilan sebuah program restorasi harus dilihat dari bagaimana tanaman dapat tumbuh, ekosistem dapat kembali berfungsi, serta masyarakat memahami pentingnya menjaga kawasan pesisir. “Kami melihat penanaman bukan sebagai titik akhir, tetapi sebagai awal dari sebuah proses pemulihan ekosistem. Karena itu, kami terus mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak agar upaya restorasi dapat dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan. Penanaman 1.000 mangrove kali ini menjadi event keempat bersama PT Sunindo Pratama Tbk, dengan total 4.000 mangrove yang telah ditanam. Kami berharap langkah ini dapat menjadi bagian dari gerakan yang lebih besar untuk menjaga ekosistem pesisir Indonesia,” ujar Paundra.

Selain penanaman, rangkaian kegiatan juga diisi dengan Workshop Mangrove Nexus yang menjadi bagian dari upaya Mangrove Jakarta untuk memperkuat edukasi mengenai ekosistem pesisir. Workshop ini membahas keterkaitan antara mangrove dengan berbagai aspek kehidupan, mulai dari lingkungan, keanekaragaman hayati, perubahan iklim, hingga masyarakat yang bergantung pada kawasan pesisir. Pendekatan tersebut penting untuk membangun pemahaman bahwa mangrove memiliki fungsi yang jauh lebih luas daripada sekadar tanaman pelindung pantai. Melalui edukasi, peserta diajak memahami bahwa keberadaan mangrove berkaitan erat dengan keberlanjutan ekosistem dan kehidupan masyarakat di sekitarnya. “Kami ingin setiap kegiatan penanaman juga menjadi ruang belajar bersama. Ketika orang memahami hubungan antara mangrove dan kehidupan mereka, akan tumbuh rasa memiliki dan kepedulian untuk ikut menjaga ekosistem tersebut,” kata Paundra.

Paundra menambahkan, kolaborasi dengan sektor swasta menjadi salah satu elemen penting dalam memperluas dampak gerakan restorasi mangrove. Dukungan perusahaan dapat membantu menghadirkan sumber daya, memperluas jangkauan program, sekaligus membuka ruang kolaborasi dengan masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya. Namun, menurutnya, keberlanjutan program tetap membutuhkan keterlibatan berbagai pihak secara bersama-sama. Mangrove Jakarta berupaya membangun pola kolaborasi yang menempatkan setiap pihak sebagai bagian dari solusi dalam menjaga lingkungan. Dengan demikian, kegiatan restorasi tidak berhenti pada agenda seremonial, tetapi dapat berkembang menjadi gerakan jangka panjang yang memberikan manfaat nyata bagi ekosistem pesisir.

Melalui empat event penanaman yang telah dilakukan bersama PT Sunindo Pratama Tbk., Mangrove Jakarta melihat adanya peluang untuk terus memperluas gerakan pelestarian lingkungan melalui pendekatan kolaboratif. Total 4.000 mangrove yang telah ditanam merupakan salah satu bentuk kontribusi bersama dalam mendukung pemulihan kawasan pesisir. Namun, tantangan berikutnya adalah memastikan bibit yang ditanam dapat tumbuh dan berkembang sehingga mampu memberikan fungsi ekologis dalam jangka panjang. Karena itu, upaya pemeliharaan, pemantauan, edukasi, dan keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dari keberlanjutan program. Mangrove Jakarta berharap semakin banyak komunitas, perusahaan, lembaga, dan masyarakat yang terlibat dalam gerakan restorasi ekosistem pesisir.

Peringatan Hari Mangrove Sedunia menjadi momentum bagi Mangrove Jakarta untuk kembali mengingatkan bahwa menjaga mangrove merupakan tanggung jawab bersama. Penanaman 1.000 mangrove di Muara Baru, Karawang dan rangkaian Workshop Mangrove Nexus menunjukkan bahwa upaya pelestarian dapat dilakukan melalui kombinasi aksi langsung dan peningkatan pengetahuan. Kolaborasi yang telah menghasilkan penanaman 4.000 mangrove menjadi langkah yang diharapkan dapat terus dilanjutkan dan diperluas. Bagi Mangrove Jakarta, setiap bibit yang ditanam bukan sekadar angka, melainkan bagian dari proses panjang untuk memulihkan ekosistem dan membangun kesadaran masyarakat. Dari pesisir, gerakan ini diharapkan dapat tumbuh menjadi aksi bersama untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.

Related posts

Memperingati Hari Pohon Sedunia, Mangrove Jakarta dan MAHUPA UNTAR Menanam 1000 Mangrove

Editor Mangrove

PT Asuransi BRI Life Laksanakan Penanaman Pohon Multi-Purpose Tree Species Di Kota Baru Parahyangan dan Kampung Cireundeu

Editor Mangrove

Mangrove, the hero plant to save the world!

admin

Leave a Comment