Green Update

Kepedulian Mahasiswi Ilmu dan Teknologi Kelautan IPB dalam Kegiatan Penanaman Mangrove Bersama Komunitas Mangrove Jakarta

Dua mahasiswi Ilmu dan Teknologi Kelautan (ITK) IPB (Niken Oktaviandini dan Elif Ivana Hendastari) berkesempatan melakukan kegiatan penanaman mangrove bersama dengan Komunitas Mangrove Jakarta dalam rangka pelestarian ekosistem mangrove. Komunitas Mangrove Jakarta atau lebih dikenal dengan MJID merupakan sebuah komunitas yang didirikan pada tahun 2021 yang berbasis di Jakarta dan berfokus pada penanaman mangrove dan kesadaran perubahan iklim global dengan moto “Save Mangrove, Save The World” selalu memberikan kesempatan kepada para pemuda-pemudi untuk sadar akan pentingnya ekosistem mangrove untuk kebaikan dunia.

Kegiatan penanaman mangrove kali ini dilaksanakan pada dua lokasi yaitu di Tanjung Burung pada tanggal 12 Maret 2022 dan Pulau Tidung Besar pada tanggal 19 Maret 2022 ini adalah bukti keseriusan dan komitmen Komunitas Mangrove Jakarta untuk melakukan kegiatan penanaman setiap bulan. Dalam kegiatan penanaman di Tanjung Burung, MJID berkolaborasi dengan BEM FTUI dan KAPA FTUI menanam sebanyak 450 bibit mangrove. Lokasi penanaman di Tanjung Burung berada di muara sungai yang memiliki substrat berlumpur yang tebal dan dalam. Dibutuhkan tenaga dan usaha lebih hanya untuk melangkahkan kaki, namun hal itu tidak menyurutkan semangat mereka untuk tetap menanam mangrove. Pada kesempatan ini, Niken Oktaviandini dan Elif Ivana Henrdastari mendapat kesempatan dan terlibat untuk memberikan penyuluhan atau menjadi presentator mengenai materi seputar keadaan mangrove di Indonesia. Pada penanaman mangrove kedua di Pulau Tidung Besar, Teknik yang digunakan sedikit berbeda dengan penanaman pertama yaitu dengan mengunakan system rumpun berjarak dan masih tetap mengunakan poly bag saat penanaman.

Pada kegiatan penanaman di Pulau Tidung Besar, MJID berkolaborasi dengan Komunitas Bloggerclony menanam 1000 bibit mangrove. Pada lokasi penanaman di Pulau Tidung berada di pesisir pantai yang memiliki substrat pasir sehingga mempermudah peserta menuju lokasi penanaman. Selain melakukan penanaman, kami juga melakukan monitoring mangrove yang telah ditanam sebelumnya.

“Belum banyak masyarakat yang mengetahui manfaat dari mangrove ini terutama dalam mengatasi perubahan iklim global dan tentunya abrasi pantai. Mangrove merupakan salah satu blue carbon karena perannya dalam memanfaatkan CO2 untuk fotosintesis dan menyimpannya dalam bentuk biomassa dan sedimen” Ucap Bayu Pamungkas selaku Co-Founder MJID, sekaligus alumni ITK IPB “Mangrove isnt just a plant, it is our ultimate investment for livable world in the future”. Tambahnya.

“Penuh tantangan menanam mangrove di Tanjung Burung dan Pulau Tidung. Tapi kegiatannya seru dan asik apalagi bersama tim dari Komunitas Mangrove Jakarta dan tim Bloggercrony” ujar Niken.

 

Related posts

Perayaan Ulang Tahun ke-165 PT Brinks Solution Indonesia dengan Penanaman 165 Mangrove Rhizophora Mucronata

editorweb

AAJI Peduli Bumi, Wujud Komitmen Industri Asuransi Jiwa Menjaga Lingkungan AAJI Tanam 2000 Bibit Mangrove dan Berikan Literasi Keuangan Pada Kelompok Nelayan

editorweb

Mangrove sebagai Sumberdaya Perikanan Unggulan di Indonesia: Potensi dan Keberlanjutannya

editorweb

Leave a Comment