Green Update

Melestarikan Ekosistem Mangrove: Pentingnya Pembangunan Berkelanjutan dan Perencanaan Tata Ruang

Pembangunan yang eksploitatif menghadirkan ancaman serius terhadap keberlangsungan hutan mangrove yang menjadi aset berharga bagi ekosistem pesisir. Dampak negatif dari pembangunan yang tidak terkendali dapat menyebabkan kerusakan yang signifikan pada ekosistem mangrove.

Mengenali dan memahami dampak negatif ini sangat penting untuk mempromosikan kesadaran akan perlindungan dan konservasi hutan mangrove. Hutan mangrove tidak hanya penting sebagai habitat bagi berbagai spesies, tetapi juga berperan dalam menjaga kestabilan pantai, menyerap karbon, serta melindungi pesisir dari erosi dan dampak buruk perubahan iklim. Beberapa contoh dampak yang dapat terjadi meliputi:

  1. Efek Negatif Konversi Lahan Hutan Terhadap Ekosistem Mangrove di Kawasan Angke Kapuk

Ekosistem mangrove memiliki sejumlah manfaat yang penting bagi jasa ekosistem, namun sayangnya, keberadaannya terus menghadapi tantangan dan tekanan akibat aktivitas manusia di wilayah pesisir (Sofian et al., 2019). Salah satu wilayah yang terdampak adalah Hutan Lindung Angke Kapuk (HLAK). Hutan ini dinilai sangat rentan terhadap ancaman dinamika lingkungan akibat pembangunan yang terjadi di sekitar area hutan lindung, yang meningkatkan potensi kerusakan akibat tekanan, terutama pada area yang sering digunakan oleh manusia seperti lahan terbangun.

Salah satu alasan utama yang mendasari permasalahan ini adalah kerusakan hutan mangrove di Pulau Indah Kapuk (PIK) dan Pluit akibat perubahan bentang alam oleh masyarakat setempat menjadi tambak. Perubahan ini mengubah lahan yang seharusnya berfungsi sebagai daerah resapan air menjadi permukiman. Dampak dari perubahan tersebut sangat merugikan karena hutan mangrove memiliki peran vital dalam menjaga kestabilan pesisir, menyediakan tempat berlindung bagi beragam spesies, serta berkontribusi dalam mengurangi risiko banjir dan erosi.

Penting bagi kita untuk memahami betapa pentingnya konservasi ekosistem mangrove di HLAK dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan dalam upaya pelestarian. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku industri sangat diperlukan untuk menghadapi tantangan ini. Dengan menjaga keberlanjutan dan kelestarian ekosistem mangrove di HLAK, kita dapat memastikan bahwa manfaat jasa ekosistem yang berharga ini tetap tersedia bagi generasi mendatang.

2. Pengaruh Penurunan Kualitas Hutan Mangrove pada Perubahan Iklim

Penelitian mengungkapkan bahwa 80% hutan mangrove di Pulau Jawa mengalami kerusakan, dan di Jakarta hanya tersisa 99 hektar wilayah mangrove yang masih menunjukkan tanda-tanda kehidupan dari total 300 hektar yang tersedia. Keberadaan lahan mangrove di wilayah pesisir memiliki peran penting dalam mengurangi dampak perubahan iklim, seiring dengan peran hutan tropis sebagai “paru-paru dunia”. Namun, jika hutan mangrove terus mengalami degradasi dan kerusakan akibat pembangunan serta aktivitas manusia, maka kapasitasnya dalam menyerap karbon akan bergantung sepenuhnya pada hutan tropis yang juga sedang mengalami deforestasi yang masif.

Dalam konteks ini, perlindungan dan rehabilitasi hutan mangrove menjadi sangat penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem pesisir dan memitigasi perubahan iklim. Upaya konservasi yang berkelanjutan harus dilakukan untuk memulihkan dan mempertahankan ekosistem mangrove yang terdegradasi. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi kunci dalam menjaga kelestarian mangrove dan menjalankan langkah-langkah adaptasi terhadap perubahan iklim.

Dengan memahami urgensi dan pentingnya keberadaan hutan mangrove dalam mitigasi perubahan iklim, langkah-langkah proaktif harus diambil untuk melindungi, merestorasi, dan melestarikan hutan mangrove yang tersisa di Pulau Jawa dan di seluruh wilayah pesisir. Dengan demikian, kita dapat menjaga fungsi vital hutan mangrove sebagai penyerap karbon yang efektif dan menjaga keseimbangan ekosistem pesisir untuk keberlanjutan masa depan.

Ekosistem mangrove semakin terancam akibat dari pembangunan yang tidak disertai dengan upaya rehabilitasi. Oleh sebab itu, dalam pelaksanaan pembangunan wajib berdasarkan perencanaan tata ruang untuk pengelolaan ekosistem mangrove secara berkelanjutan. Peran dan wewenang lembaga pemerintah dalam pengaturan tata ruang turut memberikan kontribusi besar untuk terciptanya harmonisasi antara RTRW dan RZWP3K yang bertujuan sebagai bentuk pengendalian dalam pembangunan di kawasan mangrove. Adanya peraturan mengenai pemanfaatan kawasan hutan mangrove merupakan nilai esensial yang diharapkan dapat melindungi dan menjaga kelestarian hutan mangrove.

Mari kita bersatu dalam mendukung upaya konservasi mangrove di Indonesia dengan memberikan donasi melalui Mangrovejakarta.id di platform Kitabisa.com. Dengan berdonasi, Anda dapat secara langsung memberikan dampak positif dalam menjaga kelestarian mangrove. Setiap kontribusi memiliki nilai yang sangat berarti dalam mendukung kegiatan penanaman dan pemeliharaan mangrove, program pendidikan masyarakat, serta pemberdayaan komunitas lokal. Jangan ragu untuk segera mengunjungi www.kitabisa.com/mangrovejakartaid dan memberikan donasi hari ini untuk membantu menjaga keberlanjutan mangrove di Indonesia. Dengan bergandengan tangan, kita mampu menciptakan masa depan yang lebih baik bagi mangrove dan lingkungan pesisir kita.


Preserving Mangrove Ecosystems: The Importance of Sustainable Development and Spatial Planning

Exploitative development presents a significant threat to the sustainability of mangrove forests, which are valuable assets for coastal ecosystems. The negative impacts of uncontrolled development can cause significant damage to mangrove ecosystems.

Recognizing and understanding these negative impacts is crucial for promoting awareness of the protection and conservation of mangrove forests. Mangrove forests are not only important as habitats for various species, but they also play a vital role in coastal stability, carbon sequestration, and protecting coastlines from erosion and the adverse effects of climate change. Some examples of the potential impacts include:

  1. Negative Effects of Land Conversion on Mangrove Ecosystems in the Angke Kapuk Area

Mangrove ecosystems provide numerous important benefits as ecosystem services, but unfortunately, their existence continues to face challenges and pressures due to human activities in coastal areas (Sofian et al., 2019). One area affected is the Angke Kapuk Protected Forest (HLAK), which is highly vulnerable to environmental dynamics caused by development activities surrounding the protected forest area. This increases the potential for damage, particularly in areas frequently used by humans such as developed land.

One of the main underlying reasons for this issue is the degradation of mangrove forests in Pulau Indah Kapuk (PIK) and Pluit due to the transformation of natural landscapes by local communities into fishponds. This transformation has changed the land, which should function as water absorption areas, into settlements. The impact of this change is detrimental because mangrove forests play a vital role in coastal stability, providing shelter for diverse species, and contributing to the reduction of flood and erosion risks.

It is essential for us to understand the importance of conserving the mangrove ecosystem in HLAK and involve various stakeholders in preservation efforts. Collaboration among the government, communities, and industries is crucial in addressing these challenges. By ensuring the sustainability and preservation of the mangrove ecosystem in HLAK, we can ensure that the valuable ecosystem services it provides remain available for future generations.

2. The Influence of Declining Mangrove Forest Quality on Climate Change

Research reveals that 80% of mangrove forests in Java Island have experienced degradation, and in Jakarta, only 99 hectares of mangrove areas show signs of life out of the total available 300 hectares. The presence of mangrove land in coastal areas plays a significant role in mitigating the impacts of climate change, alongside the tropical forests’ role as the “lungs of the world.” However, if mangrove forests continue to degrade and suffer damage due to development and human activities, their capacity to sequester carbon will rely entirely on tropical forests that are also experiencing massive deforestation.

In this context, the protection and rehabilitation of mangrove forests are crucial to maintaining the balance of coastal ecosystems and mitigating climate change. Sustainable conservation efforts must be undertaken to restore and preserve degraded mangrove ecosystems. Collaboration among the government, communities, and various stakeholders is key to maintaining the preservation of mangroves and implementing adaptive measures to climate change.

Understanding the urgency and importance of mangrove forests in climate change mitigation, proactive steps must be taken to protect, restore, and preserve the remaining mangrove forests in Java Island and coastal areas. In doing so, we can ensure the vital function of mangrove forests as effective carbon sinks and maintain the balance of coastal ecosystems for a sustainable future.

Exploitative development poses a significant threat to the existence of mangrove ecosystems if not accompanied by rehabilitation efforts. Therefore, in the implementation of development, it is essential to adhere to spatial planning for sustainable mangrove ecosystem management. The role and authority of government institutions in regulating spatial planning contribute significantly to achieving harmonization between Regional Spatial Plans (RTRW) and Zoning Plans for Coastal and Small Islands (RZWP3K), aimed at controlling development activities in mangrove areas. The existence of regulations regarding the utilization of mangrove forest areas is an essential value that is expected to protect and preserve the mangrove forests.

Let’s join together in supporting mangrove conservation efforts in Indonesia by donating through Mangrovejakarta.id on the Kitabisa.com platform. By donating, you can directly make a positive impact on preserving mangroves. Every contribution is highly meaningful in supporting mangrove planting and maintenance activities, community education programs, and empowering local communities. Don’t hesitate to visit www.kitabisa.com/mangrovejakartaid and make your donation today to help maintain the sustainability of mangroves in Indonesia. Together, we can create a better future for mangroves and our coastal environment.

Related posts

1000 Bibit Bakau untuk Jakarta, Dedikasi Sony Group Indonesia untuk Kelestarian Alam Ibu Kota

editorweb

Ancaman Serius Bagi Hutan Mangrove: Kegiatan Ilegal Pertambakan di Indonesia

editorweb

Edukasi Hukum Dan Konservasi Mangrove Dalam Kelestarian Ekosistem Pesisir Tangerang

editorweb

Leave a Comment