Yayasan Mangrove Indonesia Lestari melalui program Mangrove Goes To School terus memperluas jangkauan edukasi lingkungan kepada generasi muda melalui kolaborasi dengan berbagai institusi pendidikan. Program ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman belajar yang interaktif, aplikatif, dan menyenangkan mengenai ekosistem mangrove, perubahan iklim, serta pentingnya menjaga lingkungan pesisir. Tidak hanya berfokus pada teori di dalam kelas, program ini juga mengajak siswa untuk mengalami secara langsung proses belajar melalui kegiatan lapangan, diskusi, permainan edukatif, hingga aksi nyata penanaman mangrove. Melalui pendekatan tersebut, siswa diajak memahami bahwa keberlanjutan bukan sekadar konsep, melainkan tindakan yang dapat dimulai sejak usia dini. Pada tahun 2026, program ini berhasil menjangkau siswa dari Jakarta Intercultural School (JIS) dan Mentari Intercultural School (MIS), dua sekolah internasional yang menunjukkan komitmen kuat terhadap pendidikan lingkungan. Setiap kegiatan dirancang untuk membangun rasa kepemilikan dan tanggung jawab terhadap alam. Dengan demikian, para siswa tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga agen perubahan bagi lingkungan di masa depan.
Salah satu rangkaian kegiatan yang menginspirasi berlangsung dalam program LEAD Week 2026 di Jakarta Intercultural School (JIS). Setelah menjalani pembelajaran langsung bersama Mangrove Jakarta di kawasan mangrove selama beberapa hari, para siswa diberikan kesempatan untuk membagikan pengalaman mereka kepada komunitas sekolah. Pada 24 April 2026, aula sekolah berubah menjadi ruang pameran yang menampilkan berbagai proyek lintas disiplin, mulai dari batik, jamu, kerajinan tangan, kompos, hingga mangrove. Kelompok mangrove menjadi salah satu peserta yang menarik perhatian karena berhasil mengemas pengalaman lapangan mereka menjadi media edukasi yang kreatif. Melalui poster, presentasi interaktif, kuis mengenai ekosistem mangrove, hingga permainan berbasis Minecraft yang mereka rancang sendiri, para siswa menunjukkan pemahaman yang mendalam mengenai pentingnya menjaga lingkungan pesisir. Game tersebut mensimulasikan pengalaman nyata mereka di lapangan, termasuk tantangan pengelolaan sampah dan pelestarian ekosistem mangrove. Kreativitas ini menjadi bukti bahwa pembelajaran berbasis pengalaman mampu meninggalkan kesan yang kuat dan mendorong siswa untuk berbagi pengetahuan dengan orang lain.

Keberhasilan kolaborasi dengan JIS menjadi inspirasi bagi pelaksanaan program berikutnya bersama Mentari Intercultural School (MIS). Pada 8 Mei 2026, Yayasan Mangrove Indonesia Lestari menghadirkan workshop bertajuk “From Seeds to Future” yang diikuti oleh 82 siswa kelas 6 di Nusantara Hall MIS. Program ini menggabungkan edukasi lingkungan dengan aktivitas interaktif yang memungkinkan siswa memahami hubungan antara mangrove, perubahan iklim, dan keberlanjutan. Berbagai permainan edukatif dan diskusi kelompok disiapkan untuk membantu siswa memahami manfaat mangrove bagi masyarakat dan lingkungan. Selain mendapatkan materi pembelajaran, para siswa juga diajak untuk berpartisipasi dalam aksi nyata yang menjadi inti dari program tersebut. Setiap siswa menerima satu bibit mangrove untuk ditanam secara langsung. Kegiatan ini memberikan pengalaman yang berkesan karena siswa tidak hanya belajar tentang pentingnya menanam pohon, tetapi juga melakukannya sendiri dengan penuh antusiasme.
Yang membuat program di MIS semakin istimewa adalah konsep keberlanjutan yang diterapkan setelah kegiatan berlangsung. Bibit mangrove yang ditanam oleh para siswa tidak dibawa pulang, melainkan ditempatkan di area penanaman yang telah disediakan oleh sekolah. Dengan cara ini, MIS tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga menjadi ruang hidup bagi tumbuhnya generasi baru mangrove yang akan terus berkembang seiring waktu. Para siswa dapat melihat secara langsung perkembangan tanaman yang mereka tanam dan memahami bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil. Pendekatan ini membantu membangun hubungan emosional antara siswa dan lingkungan sekitar. Mereka tidak hanya menjadi saksi, tetapi juga bagian dari proses pertumbuhan tersebut. Filosofi “From Seeds to Future” mencerminkan harapan bahwa setiap bibit yang ditanam akan tumbuh menjadi pohon yang bermanfaat bagi bumi, sebagaimana setiap siswa yang terlibat akan tumbuh menjadi individu yang peduli terhadap keberlanjutan.
Founder Yayasan Mangrove Indonesia Lestari sekaligus dikenal sebagai Bapak Mangrove Indonesia Milenial, Paundra Hanutama, menjelaskan bahwa program Mangrove Goes To School merupakan investasi jangka panjang dalam membangun kesadaran lingkungan generasi muda. Menurutnya, pendidikan lingkungan akan lebih efektif apabila dikemas melalui pengalaman langsung yang melibatkan emosi, kreativitas, dan aksi nyata. “Kami percaya bahwa anak-anak bukan hanya penerima informasi, tetapi juga calon pemimpin masa depan yang akan menentukan arah keberlanjutan lingkungan. Melalui program Mangrove Goes To School, kami ingin menanamkan pemahaman bahwa setiap tindakan kecil yang mereka lakukan hari ini dapat memberikan dampak besar bagi bumi di masa depan,” ujar Paundra Hanutama. Ia menambahkan bahwa kolaborasi dengan sekolah menjadi langkah strategis untuk membangun budaya peduli lingkungan sejak usia dini. Dengan menghubungkan pembelajaran di kelas dan pengalaman di lapangan, siswa dapat memahami isu lingkungan secara lebih mendalam. Harapannya, nilai-nilai keberlanjutan yang diperoleh selama program akan terus terbawa hingga mereka dewasa.
Melalui program Mangrove Goes To School, Yayasan Mangrove Indonesia Lestari berupaya menciptakan generasi yang tidak hanya memahami pentingnya menjaga lingkungan, tetapi juga memiliki keberanian untuk mengambil tindakan nyata. Kolaborasi bersama JIS dan MIS menunjukkan bahwa pendidikan dapat menjadi sarana yang efektif untuk menghubungkan pengetahuan dengan aksi. Dari presentasi kreatif berbasis Minecraft hingga penanaman bibit mangrove secara langsung, setiap kegiatan dirancang untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap masa depan bumi. Program ini juga membuktikan bahwa edukasi lingkungan dapat disampaikan dengan cara yang menyenangkan, relevan, dan inspiratif bagi generasi muda. Ke depan, Yayasan Mangrove Indonesia Lestari akan terus memperluas jangkauan program ke lebih banyak sekolah di Indonesia. Dengan semangat kolaborasi dan keberlanjutan, Mangrove Goes To School diharapkan mampu melahirkan lebih banyak generasi muda yang peduli terhadap lingkungan dan siap menjadi bagian dari solusi bagi tantangan iklim global. Dari benih yang ditanam hari ini, tumbuh harapan untuk masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.
