Green Update

Produk UMKM Olahan Mangrove Yayasan Mangrove Indonesia Lestari Hadir Meriahkan ASR Festival di Kelapa Gading

Yayasan Mangrove Indonesia Lestari turut ambil bagian dalam gelaran ASR Festival yang diselenggarakan oleh Ascott Indonesia di The Forum, Mall Kelapa Gading 3, Jakarta Utara. Kehadiran yayasan ini menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap pengembangan ekonomi hijau dan pemberdayaan masyarakat pesisir melalui produk-produk olahan mangrove yang berkelanjutan. ASR Festival yang berlangsung pada 3–7 Juni 2026 mengusung tema “Beyond the Stay” dan menghadirkan berbagai aktivitas, promosi, serta produk unggulan dari berbagai mitra dan komunitas. Melalui partisipasi ini, Yayasan Mangrove Indonesia Lestari memperkenalkan beragam produk UMKM hasil binaan masyarakat pesisir yang memanfaatkan buah mangrove sebagai bahan baku bernilai tambah. Produk yang ditampilkan antara lain sirup mangrove, teh mangrove, kopi mangrove, dodol mangrove, keripik mangrove, hingga aneka makanan dan minuman inovatif lainnya. Kehadiran produk-produk tersebut menjadi bukti bahwa ekosistem mangrove tidak hanya memiliki manfaat ekologis, tetapi juga mampu menciptakan peluang ekonomi bagi masyarakat lokal. Antusiasme pengunjung terlihat dari tingginya minat untuk mengenal lebih jauh manfaat dan cita rasa unik produk olahan mangrove.

Partisipasi dalam ASR Festival menjadi kesempatan strategis untuk memperluas pasar produk UMKM mangrove kepada masyarakat urban, wisatawan, serta pelaku industri perhotelan dan pariwisata. Selain menampilkan produk, tim Yayasan Mangrove Indonesia Lestari juga memberikan edukasi mengenai pentingnya pelestarian mangrove sebagai salah satu ekosistem pesisir yang memiliki kemampuan menyerap karbon dalam jumlah besar. Pengunjung diajak memahami bagaimana setiap pembelian produk olahan mangrove dapat memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat pesisir sekaligus mendukung upaya konservasi lingkungan. Pendekatan ini sejalan dengan meningkatnya tren konsumsi produk ramah lingkungan dan berkelanjutan di Indonesia. Berbagai cerita inspiratif dari pelaku UMKM binaan juga dibagikan kepada pengunjung untuk menunjukkan dampak nyata ekonomi hijau di tingkat akar rumput. Melalui kegiatan ini, masyarakat dapat melihat bahwa konservasi dan pengembangan ekonomi dapat berjalan beriringan. Edukasi yang diberikan menjadi nilai tambah yang memperkaya pengalaman pengunjung selama berada di festival.

Founder Yayasan Mangrove Indonesia Lestari sekaligus dikenal sebagai Bapak Mangrove Indonesia Milenial, Paundra Hanutama, menyampaikan bahwa pengembangan produk olahan mangrove merupakan salah satu solusi untuk meningkatkan nilai ekonomi kawasan pesisir tanpa merusak lingkungan. Menurutnya, masyarakat perlu melihat mangrove bukan hanya sebagai pohon yang ditanam, tetapi juga sebagai sumber kesejahteraan yang dapat dikelola secara berkelanjutan. “Kami ingin menunjukkan bahwa mangrove memiliki nilai ekonomi yang luar biasa apabila dikelola dengan baik. Melalui produk-produk UMKM ini, masyarakat pesisir mendapatkan sumber pendapatan baru sekaligus memiliki alasan yang lebih kuat untuk menjaga kelestarian hutan mangrove di wilayah mereka,” ujar Paundra Hanutama. Ia menambahkan bahwa setiap produk yang dihasilkan merupakan hasil kerja keras kelompok masyarakat binaan yang telah mendapatkan pelatihan pengolahan, pemasaran, dan pengembangan usaha. Dengan demikian, manfaat mangrove dapat dirasakan langsung oleh masyarakat yang hidup berdampingan dengan ekosistem tersebut. Menurutnya, kolaborasi dengan sektor swasta dan industri pariwisata menjadi langkah penting untuk memperluas dampak program keberlanjutan. Ia berharap semakin banyak pihak yang mendukung pengembangan ekonomi berbasis konservasi di Indonesia.

Lebih lanjut, Paundra menjelaskan bahwa pengembangan UMKM olahan mangrove merupakan bagian dari upaya menciptakan model bisnis berkelanjutan yang mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Produk-produk yang dipasarkan tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga berkontribusi terhadap perlindungan kawasan pesisir yang rentan terhadap abrasi dan perubahan iklim. Menurutnya, pendekatan konservasi berbasis ekonomi menjadi salah satu strategi yang efektif untuk memastikan keberlanjutan program lingkungan dalam jangka panjang. Oleh karena itu, Yayasan Mangrove Indonesia Lestari terus mendorong inovasi produk yang mampu bersaing di pasar modern tanpa meninggalkan nilai-nilai konservasi. Berbagai pelatihan dan pendampingan juga terus diberikan kepada kelompok UMKM agar kualitas produk semakin meningkat. Langkah tersebut diharapkan dapat membuka akses pasar yang lebih luas, termasuk peluang kerja sama dengan hotel, restoran, dan sektor pariwisata lainnya. Dengan dukungan berbagai pihak, produk mangrove Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi produk unggulan nasional.

Kehadiran produk UMKM olahan mangrove di ASR Festival juga mendapatkan sambutan positif dari para pengunjung yang tertarik pada konsep wisata berkelanjutan dan produk lokal yang memiliki dampak sosial. Banyak pengunjung yang mengaku baru mengetahui bahwa buah mangrove dapat diolah menjadi berbagai produk konsumsi yang aman, lezat, dan bernilai ekonomi tinggi. Interaksi langsung antara pelaku UMKM dan pengunjung menciptakan ruang edukasi yang efektif untuk memperkenalkan manfaat mangrove kepada masyarakat yang lebih luas. Selain itu, festival ini juga menjadi ajang untuk membangun jejaring dan membuka peluang kemitraan baru bagi UMKM binaan. Sejumlah pelaku usaha dan perwakilan industri perhotelan menunjukkan ketertarikan terhadap produk yang dipamerkan. Hal ini menjadi sinyal positif bagi pengembangan pasar produk mangrove di masa mendatang. Keikutsertaan dalam festival tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran publik terhadap pentingnya mendukung produk-produk berbasis keberlanjutan.

Melalui partisipasi dalam ASR Festival, Yayasan Mangrove Indonesia Lestari kembali menegaskan komitmennya dalam menghubungkan konservasi lingkungan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Kegiatan ini menjadi contoh nyata bahwa upaya pelestarian alam dapat berjalan selaras dengan pengembangan usaha masyarakat lokal. Ke depan, yayasan akan terus memperluas program pendampingan UMKM mangrove di berbagai daerah pesisir Indonesia agar manfaat ekonomi dan lingkungan dapat dirasakan secara lebih luas. Kolaborasi dengan dunia usaha, pemerintah, institusi pendidikan, dan masyarakat akan terus diperkuat untuk menciptakan dampak yang berkelanjutan. Yayasan juga berharap semakin banyak generasi muda yang tertarik untuk terlibat dalam gerakan pelestarian mangrove melalui inovasi dan kewirausahaan sosial. Dengan semangat kolaborasi dan keberlanjutan, produk-produk olahan mangrove Indonesia diharapkan mampu menjadi simbol keberhasilan ekonomi hijau yang lahir dari pesisir nusantara. ASR Festival menjadi momentum penting untuk memperkenalkan potensi tersebut kepada masyarakat luas sekaligus menginspirasi lebih banyak aksi nyata bagi lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

Related posts

Melestarikan Ekosistem Mangrove: Pentingnya Pembangunan Berkelanjutan dan Perencanaan Tata Ruang

Editor Mangrove

Peringati Hari Pendidikan Lingkungan Hidup Sedunia, Ascott, Citadines Dan Somerset Bersatu Untuk Menanam 100 Bakau

Editor Mangrove

Kerjasama untuk Mempertahankan Kestabilan dan Keberlanjutan Mangrove menjadi Prioritas Pasific Cross Indonesia dan Mangrove Jakarta Community

Editor Mangrove

Leave a Comment