Green Update

Rayakan Hari Mangrove Sedunia, Ascott Indonesia Bersama Mangrove Jakarta Gelar Penanaman Mangrove Keempat di Pulau Tidung Kecil

Dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia 2026, Somerset dan POP! Hotel di bawah naungan Ascott Indonesia kembali berkolaborasi dengan Mangrove Jakarta melalui aksi penanaman 2.000 bibit mangrove di Pulau Tidung Kecil, Kepulauan Seribu. Kegiatan ini menjadi kolaborasi penanaman mangrove tahun keempat antara Ascott Indonesia dan Mangrove Jakarta, sekaligus menegaskan komitmen jangka panjang kedua pihak terhadap pelestarian ekosistem pesisir Indonesia. Ratusan peserta yang terdiri dari karyawan, relawan, dan mitra turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut dengan semangat gotong royong. Selain melakukan penanaman, peserta juga mengikuti edukasi mengenai pentingnya ekosistem mangrove sebagai benteng alami pesisir, penyerap karbon biru, serta habitat bagi berbagai biota laut dan juga aksi bersih pantai. Perayaan Hari Mangrove Sedunia ini menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi tantangan perubahan iklim melalui solusi berbasis alam. Melalui aksi nyata ini, Ascott Indonesia dan Mangrove Jakarta berharap semakin banyak pihak yang terinspirasi untuk berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Kolaborasi keempat ini menjadi bukti bahwa kemitraan antara Ascott Indonesia dan Mangrove Jakarta terus berkembang secara berkelanjutan. Sejak kerja sama pertama, kedua organisasi secara konsisten menghadirkan program rehabilitasi mangrove yang tidak hanya berfokus pada penanaman, tetapi juga edukasi lingkungan dan peningkatan kesadaran akan pentingnya menjaga kawasan pesisir. Komitmen tersebut sejalan dengan implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang menjadi bagian dari strategi keberlanjutan Ascott Indonesia. Penanaman mangrove dipilih karena memberikan manfaat ekologis yang luas, mulai dari mencegah abrasi, meningkatkan keanekaragaman hayati, hingga menyerap emisi karbon secara alami. Pulau Tidung Kecil kembali dipilih sebagai lokasi kegiatan karena merupakan kawasan konservasi yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir di Kepulauan Seribu. Melalui kolaborasi berkelanjutan ini, kedua pihak berharap dapat menciptakan dampak lingkungan yang terukur sekaligus memperkuat keterlibatan masyarakat dalam aksi konservasi.

Founder Mangrove Jakarta, Paundra Hanutama, menyampaikan apresiasi atas konsistensi Ascott Indonesia dalam mendukung rehabilitasi mangrove selama beberapa tahun terakhir. “Kolaborasi yang berkelanjutan memiliki dampak yang jauh lebih besar dibandingkan aksi yang dilakukan hanya sekali. Kami sangat mengapresiasi komitmen Ascott Indonesia yang kini memasuki kolaborasi penanaman mangrove keempat bersama Mangrove Jakarta. Setiap bibit yang ditanam hari ini merupakan investasi bagi masa depan, tidak hanya untuk melindungi kawasan pesisir dari abrasi, tetapi juga sebagai upaya nyata dalam mitigasi perubahan iklim melalui ekosistem karbon biru. Kami berharap kolaborasi ini terus berkembang dan mampu menginspirasi lebih banyak perusahaan untuk mengambil bagian dalam pelestarian lingkungan,” ujar Paundra Hanutama. Ia menambahkan bahwa keberhasilan konservasi hanya dapat dicapai melalui sinergi antara dunia usaha, komunitas, pemerintah, dan masyarakat.

Director of Operational Excellence & Sustainability di Ascott Indonesia, Reza Dranie, mengatakan bahwa keberlanjutan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari budaya perusahaan. “Hari Mangrove Sedunia menjadi pengingat bahwa setiap organisasi memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi terhadap kelestarian lingkungan. Kami bangga dapat kembali bekerja sama dengan Mangrove Jakarta dalam kolaborasi keempat ini sebagai bentuk komitmen jangka panjang Ascott Indonesia terhadap konservasi alam. Penanaman 2.000 mangrove hari ini bukan sekadar simbolis, tetapi bagian dari langkah nyata kami dalam mendukung restorasi ekosistem pesisir sekaligus mengajak karyawan dan para mitra untuk terlibat langsung dalam aksi keberlanjutan. Kami percaya bahwa kolaborasi yang konsisten akan menghasilkan dampak yang lebih besar bagi bumi dan generasi mendatang,” ungkap Reza Dranie. Ia juga menegaskan bahwa inisiatif ini selaras dengan program Ascott Cares yang mendorong praktik bisnis yang bertanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat.

Selain penanaman mangrove, para peserta mengikuti sesi edukasi mengenai teknik penanaman yang tepat, fungsi ekologis mangrove, serta manfaat sosial dan ekonomi yang dihasilkan dari ekosistem pesisir yang sehat. Kegiatan edukasi tersebut bertujuan agar peserta memahami bahwa proses konservasi tidak berhenti pada saat penanaman, melainkan membutuhkan pemeliharaan dan kepedulian jangka panjang. Mangrove memiliki kemampuan menyerap karbon dalam jumlah besar, melindungi garis pantai dari abrasi, serta menjadi habitat penting bagi berbagai spesies ikan, burung, dan biota laut lainnya. Oleh karena itu, menjaga kelestarian mangrove menjadi salah satu langkah strategis dalam menghadapi dampak perubahan iklim. Keterlibatan aktif para peserta diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran sekaligus mendorong lahirnya lebih banyak aksi nyata di berbagai daerah. Edukasi yang diberikan menjadi bagian penting dalam membangun budaya keberlanjutan yang berkesinambungan.

Kolaborasi keempat antara Somerset, POP! Hotel, Ascott Indonesia, dan Mangrove Jakarta menjadi bukti bahwa keberlanjutan membutuhkan komitmen yang konsisten, kolaboratif, dan berorientasi pada dampak jangka panjang. Dengan penambahan 2.000 bibit mangrove di Pulau Tidung Kecil, kedua pihak berharap manfaat ekologis yang dihasilkan akan terus dirasakan oleh masyarakat pesisir dan generasi mendatang. Lebih dari sekadar memperingati Hari Mangrove Sedunia, kegiatan ini menjadi simbol bahwa dunia usaha dapat memainkan peran penting dalam mendukung target pembangunan berkelanjutan dan aksi iklim. Ascott Indonesia dan Mangrove Jakarta berkomitmen untuk terus memperluas kolaborasi konservasi di berbagai wilayah Indonesia sebagai bagian dari upaya menjaga ekosistem pesisir. Sinergi yang telah terjalin selama empat kali pelaksanaan program ini diharapkan menjadi contoh bagaimana kemitraan strategis mampu menciptakan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat. Bersama-sama, kedua pihak akan terus menanam harapan, memulihkan alam, dan membangun masa depan yang lebih hijau bagi Indonesia.

Related posts

Mangrove Impact Fellowship 2026: Membangun Kolaborasi Global untuk Konservasi Mangrove yang Berkelanjutan

Editor Mangrove

Komunitas Mangrove Jakarta dan Kitabisa Melakukan Penanaman 2000 Mangrove Guna Mencegah Perubahan Iklim di Indonesia

Editor Mangrove

Adaptasi Mangrove Terhadap Kondisi Ekstrem: Keajaiban Kehidupan di Pesisir

Editor Mangrove

Leave a Comment