Green Update

Keindahan Sumber Daya Alam Di Pesisir Indonesia

Ekosistem mangrove memberikan banyak manfaat bagi masyarakat lokal dan lingkungan sekitarnya. Selain manfaat ekologi, mangrove juga dapat menunjang perekonomian dan sosial masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan mangrove. Salah satu bentuk pemanfaatan dan pengelolaan mangrove yang dapat diterapkan adalah dengan menjadikannya objek wisata. Pengelolaan mangrove untuk industri pariwisata saat ini memang sedang naik daun, pemanfaatan ini dinilai dapat memberikan peningkatan dalam bidang ekonomi dan juga tetap menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan.

Di Indonesia terdapat beberapa wilayah yang telah berhasil melakukan pengelolaan mangrove sebagai objek wisata, bahkan beberapa diantaranya telah mendapatkan penghargaan dari berbagai pihak. Berikut adalah beberapa wilayah yang telah berhasil menerapkan pengelolaan mangrove sebagai objek wisata. Berikut adalah rekomendasi tempat wisata yang dapat dikunjungi.

  1. Wisata Mangrove Lubuk Kertang – Sumatera Utara

Sumatera Utara tidak hanya menjadikan Danau Toba sebagai destinasi wisata alam. Jika Anda ke Kabupaten Langkat, Anda akan terpesona dengan keindahan wisata mangrove Lubuk Kertang. Berada di Desa Lubuk Kertang, kawasan wisata ini sempat rusak parah. Maraknya penebangan liar seluas 100 hektar membuat hutan di Lubeigedeng seakan terlupakan.

Namun, karena mangrove menunjukkan potensi wisata yang besar, dinas setempat bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Langkat untuk meningkatkan kualitas lingkungan pesisir. Alhasil, Wisata Mangrove Lubuk Kertang menjadi kawasan ekowisata yang sangat diperhitungkan. Selain itu, pengembangan budidaya ikan yang dikelola masyarakat untuk mendukung pariwisata disajikan di sini.

Saat ini sekitar 1000 ha mangrove di Lubuk Kertang dan sekitarnya telah pulih. Namun, berbagai rintangan dan tantangan juga hadir untuk mempertahankan kelestarian mangrove hasil rehabilitasi tersebut.

Sumber: Medan.tribunnews.com

Yang membuat menarik dari Wisata Mangrove Lubuk Kertang adalah hutan mangrove cantik yang terhampar luas. Di tengah, terdapat jembatan kayu yang memanjang dari pintu masuk menuju bibir pantai. Wisatawan dapat menikmati sejuknya hutan mangrove sambil berburu foto untuk sosial media. Selain itu, kalau kamu berkunjung di sore hari, sinar matahari yang akan tenggelam bakal terlihat cantik.

Daerah ini masih sedikit di expose oleh wisatawan, baik mancanegara, atau internasional. Oleh karena itu peran media dan masyarakat untuk meningkatkan penyebaran informasi tentang daerah ini masih harus terus ditingkatkan

  1. Ekowisata Mangrove Wonorejo – Jawa Timur

Ekowisata di Desa Wonorejo, Kecamatan Rungkut, Surabaya adalah destinasi wisata yang sangat populer bagi pengunjung. Menawarkan pemandangan yang indah dan udara yang sejuk, banyak pengunjung yang mengunjungi objek wisata ini untuk berjalan-jalan sambil menikmati suasananya. Salah satu daya tarik utama dari objek wisata ini adalah jembatan yang dibangun, dimana pengunjung dapat berjalan-jalan sambil menikmati pemandangan yang menakjubkan.

Sumber : Travel.kompas.com

Tidak hanya itu, pengunjung juga dapat menyewa kapal motor untuk berkeliling menikmati lingkungan sekitar kawasan mangrove. Kombinasi antara suasana sejuk dan pemandangan alam yang indah membuat ekowisata ini menjadi tempat yang sempurna bagi pengunjung yang ingin menghabiskan waktu bersama keluarga dan teman-temannya. Konsep ekowisata yang diterapkan di kawasan ini juga membuat pengunjung dapat berinteraksi dengan lingkungan alam dan memahami pentingnya melestarikan lingkungan sekitar.

  1. Ekowisata Mangrove Pagatan Besar – Kalimantan Selatan

Ekowisata Mangrove Pagatan Besar adalah salah satu tempat wisata alam yang menawarkan pemandangan indah dan pengalaman yang tidak terlupakan. Terletak di Desa Pagatan Besar, Kecamatan Takisung, Kab. Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan, objek wisata ini menjadi salah satu destinasi wisata mangrove yang sangat menarik.

Sumber: Banjarmasin.tribunnews.com

Pengunjung akan diajak berpetualang dan berfoto di sekitar mangrove dengan berbagai wahana yang tersedia. Fasilitas yang lengkap seperti kafe dan toilet membuat pengunjung dapat menikmati wisata ini dengan nyaman. Harga tiket yang terjangkau juga membuat ekowisata Mangrove Pagatan Besar menjadi salah satu pilihan utama masyarakat setempat saat ingin berekreasi.

Objek wisata ini dikelola oleh masyarakat di Desa Pagatan Besar bersama sejumlah stakeholder terkait. Keberlangsungan dan pengembangan ekowisata ini cukup menjanjikan dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat. Konsep pengelolaan yang diterapkan juga menjamin bahwa objek wisata ini akan selalu terjaga keindahannya dan memberikan pengalaman yang memuaskan bagi para pengunjung.

  1. Ekowisata Mangrove Cengkrong – Jawa Timur

Ekowisata mangrove Cengkrong merupakan destinasi wisata alam yang sangat menarik dan menawarkan pengalaman yang tidak terlupakan bagi pengunjungnya. Berlokasi di Desa Karanggandu, Kecamatan Watulimo, Trenggalek, Jawa Timur, objek wisata ini memiliki keunikan tersendiri dalam hal pemandangan alam dan suasananya yang sejuk dan hijau.

Sumber: Edyraguapo.blogspot.com

Dengan jarak yang berdekatan dari Pantai Prigi, yang merupakan salah satu pantai terkenal di Trenggalek, membuat objek wisata ini sangat mudah diakses dan menjadi salah satu tujuan wisata yang populer bagi warga lokal dan wisatawan mancanegara. Terletak di atas perbukitan hijau nan asri, pengunjung akan dimanjakan dengan pemandangan mangrove yang indah dan hijau.

Di objek wisata ini, pengunjung juga dapat melihat dan menikmati berbagai jenis satwa air dan burung yang hidup di lingkungan mangrove, seperti bangau, burung cerek kenyut (Pluvialis fulva), prenjak rawa (Prinia flaviventris), prenjak padi (Prinia inornata), dan masih banyak lagi. Berbagai fasilitas yang ada di objek wisata, seperti kafe dan toilet, membuat pengunjung betah dan nyaman dalam menikmati suasana alam yang indah dan sejuk.

Karena dikelola oleh masyarakat setempat dan beberapa stakeholder terkait, objek wisata ini memiliki pengembangan dan manfaat ekonomi yang cukup menjanjikan bagi masyarakat sekitar. Harga tiket yang murah dan aksesibilitas yang mudah menjadikan objek wisata ini sebagai salah satu tujuan wisata yang populer bagi masyarakat setempat dan wisatawan mancanegara.

  1. Ekowisata Mangrove Lembung – Jawa Timur

Dilatarbelakangi oleh kekhawatiran terhadap abrasi yang terjadi akibat air laut, ekowisata mangrove lembung ini berhasil didirikan dengan sejumlah manfaat yang ada. Berlokasi sepanjang bibir pantai timur Desa Lembung, Kecamatan Galis, Pamekasan, Madura, Jawa Timur, objek wisata ini dirintis oleh seorang pria bernama Slaman. Slama merupakan pengelola sekaligus perintis Ekowisata Mangrove Lembung di Provinsi Jawa Timur, beliau juga merupakan Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Sabuk Hijau yang berada di wilayah KPH Madura.

Dahulu penanaman mangrove yang dilakukan bertujuan untuk mengurangi dampak abrasi yang telah terasa pada kampung nya [6]. Namun seiring berjalanya waktu, pertumbuhan mangrove yang semakin rindang juga keindahan yang dihasilkannya membuat masyarakat setempat menjadikan ekosistem ini sebagai objek wisata [6]. Melalui usaha dan kerjasama masyarakat sekitar, Slaman mendapatkan penghargaan juara terbaik 1 tingkat nasional pada lomba Wana Lestari tahun 2022 dalam kategori Kader Konservasi Alam (KKA) yang diselenggarakan oleh Perhutani. Melalui penghargaan ini juga, besar harapan bahwa semangat menjaga lingkungan yang dilakukan oleh Slama dapat ditularkan kepada masyarakat sekitar dan menjadi contoh bagi masyarakat Indonesia dalam menjaga dan mengelola lingkungan yang lebih baik.

Ekowisata Mangrove Lembung sendiri diketahui telah memiliki luas mencapai 46 Ha dengan berbagai satwa yang hidup dan menghasilkan berbagai produk olahan mangrove yang dikelola oleh masyarakat setempat

Sumber: Jemari.riau.go.id

Ekowisata Mangrove Jembatan Pelangi merupakan salah satu bentuk pengelolaan mangrove sebagai objek wisata yang diterapkan oleh Pemerintah Desa Banglas, Kecamatan Tebing Tinggi, Kab. Meranti, Riau. Berkat kepiawaian pemerintah setempat dalam mengelola ekowisata mangrove ini, Ekowisata Mangrove Jembatan Pelangi mendapatkan juara 3 sebagai Ekowisata Terpopuler versi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dalam Anugerah Pesona Indonesia tahun 2021.

Penghargaan Anugerah Pesona Indonesia (API) sendiri merupakan rangkaian kegiatan tahunan yang diselenggarakan dalam upaya membangkitkan apresiasi masyarakat terhadap pariwisata Indonesia yang digagas oleh Kemenparekraf. Juara dalam penghargaan ini berdasarkan hasil vote melalui media channel yang sebelumnya telah dipilih dan diseleksi untuk masuk ke dalam nominasi nasional

  1. Desa Wisata Budo – Sulawesi Utara

Berada di Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, Desa Wisata Budo merupakan objek wisata yang mendukung Super Priority Destination (DSP) Likupang. Dari Bandara Internasional Sam Ratulangi, wisatawan dapat berkendara sejauh 17 – 23 kilometer (km) selama hampir 45 menit untuk sampai ke desa wisata ini.

Desa Wisata Budo juga memiliki alam bawah laut yang sayang untuk dilewatkan. Dilansir dari laman Jadesta, wisatawan bisa melihat kuda laut kerdil yang panjangnya sekitar dua sentimeter.Desa Wisata Budo merupakan salah satu dari 50 besar desa yang terpilih pada ajang Desa Wisata Nasional 2022. Dikenal dengan hutan bakaunya selain menjadi jalur alternatif menuju taman laut Bunaken.

Desa Budo berada di kecamatan Wori kabupaten Minahasa Utara merupakan tempat wisata penyangga destinasi super prioritas Likupang. Desa Wisata yang mendapatkan anugerah desa wisata indonesia (ADWI) tahun 2022 dengan memiliki daya tarik wisata hutan mangrove seluas 30 hektar serta akses ke Taman Laut Bunaken. Desa Budo masuk 50 besar desa wisata dalam anugerah desa wisata Indonesia dan kemenparekraf. Warga di desa Budo mengelola mangroves menjadi batik.

Sumber: Atourin.com

Ekowisata mangrove di Indonesia memiliki potensi besar untuk meningkatkan ekonomi masyarakat pesisir secara berkelanjutan. Melalui pengelolaan yang baik dan dukungan dari pemerintah dan masyarakat, ekowisata ini dapat membuka peluang kerja dan bisnis bagi masyarakat sekitar, serta memberikan kontribusi positif bagi perekonomian daerah. Selain itu, ekowisata juga dapat membantu melestarikan mangrove sebagai habitat bagi berbagai jenis satwa dan menjaga keseimbangan lingkungan. Oleh karena itu, marilah kita dukung pengembangan ekowisata mangrove untuk menciptakan kesejahteraan bagi masyarakat pesisir dan menjaga lingkungan untuk generasi yang akan datang.

Jika kalian menyukai dan mau mendukung usaha konservasi mangrove berkelanjutan yang dilakukan oleh komunitas Mangrovejakarta.id, teman-teman dapat berdonasi melalui Kitabisa.com/mangrovejakartaid. Melalui donasi kita, komunitas Mangrovejakarta.id bisa terus melakukan program-program konservasi mangrove dan menjaga kelestarian lingkungan pesisir untuk generasi yang akan datang. Tak hanya itu, kita juga turut membantu masyarakat pesisir untuk meningkatkan kesejahteraan hidup mereka melalui program-program ekonomi berbasis lingkungan secara berkelanjutan. Ayo bergabung dan berdonasi untuk membantu komunitas Mangrovejakarta.id dalam melestarikan mangrove dan lingkungan kita!

Penulis: Ervan  Togatorop, Kevin Ewaldo, Soeltan Abdul G, M. Fiqri Abdi Rabbi, dan Gina Anifah

Editor oleh Bayu Pamungka

Related posts

Sinarmas LDA Maritimee Menanam 100 Mangrove Rhizophora mucronata sebagai Bagian dari Inisiatif CSR untuk Merayakan Hari Menanam Pohon Indonesia

editorweb

Perayaan FIBA 2023 Menjadi Ajang Bersih dan Hijau dengan Pengurangan Emisi Karbon yang Signifikan

editorweb

Adaptasi Mangrove Terhadap Kondisi Ekstrem: Keajaiban Kehidupan di Pesisir

editorweb

Leave a Comment