Green Update

[Ind] Mangrove, Sepertiga Paru – Paru Dunia

Indonesia memiliki ekosistem mangrove terluas di dunia mencapai sekitar 3,3juta hektar. Kelangsungan hidup ekosistem mangrove ini harus dilindungi dan dilestarikan untuk memulihkan kondisi dan kualitas lingkungan. Pentingnya berfikir apa yang bisa diberikan untuk alam dan lingkungan lebih penting dari memikirkan apa yang di dapat dari alam, salah satunya dengan menjaga kelangsungan hidup ekosistem mangrove atas pengaruh positif yang diberikan terhadap kelangsungan hidup masyarakat luas.

Keberadaan ekosistem mangrove diyakini sebagai aspek tertinggi dalam melindungi daratan dari gelombang tsunami, dengan adanya hutan mangrove kenaikan air laut dan kecepatan arus yang menghempas daratan akan berkurang, mangrove juga memiliki peran yang krusial dalam mengurangi emisi gas rumah kaca. Secara biologis hutan mangrove merupakan tempat pemijahan beberapa biota laut, sumber perikanan dan udang, serta sumber makanan bagi spesies yang ada di laut. Selain itu secara ekonomi hutan mangrove merupakan sumber bahan kayu, bahan penghasil obat – obatan, dan dapat dimanfaatkan sebagai tempat pariwisata.
Mangrove adalah sepertiga paru – paru dunia karena satu pohon mangrove mampu menyerap zat karbon empat kali lebih banyak dari pohon yang berada di daratan, konversi mangrove menjadi tambak baru akan menyebabkan karbon yang tersimpan di dalam tanah juga terekspose ke udara, sehingga menghasilkan emisi yang tinggi.

Berkurangnya ekosistem mangrove memberikan dampak buruk terhadap terjadinya kenaikan muka air laut serta berkurangnya penyerapan karbon dioksida di udara, kehilangan hutan mangrove juga akan berdampak pada masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir dan menggantungkan hidup mereka dari kawasan mangrove. Namun yang terjadi di Indonesia sendiri masih banyak sekali terjadi praktik penebangan illegal di beberapa wilayah setiap harinya. Itulah mengapa penanaman mangrove sangat penting untuk mengembalikan luasan mangrove yang pernah di tebang sebelumnya.

Menurut Center for International Forestry Research (CIFOR) ekosistem mangrove Indonesia mengalami tekanan dan ancaman laju degradasi yang tinggi, ancaman ekosistem mangrove di Indonesia sendiri diakibatkan oleh alih fungsi lahan menjadi industri, pemukiman, dan tambak, serta meningkatnya illegal logging dan eksploitasi berlebihan. Selain itu ekosistem mangrove ini sangat rentan terhadap sampah laut, cuaca ekstrem, lintasan limbah serta tumpahan minyak yang dapat menutup akar mangrove sehingga pertumbuhannya dapat terganggu hingga mati.

Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang ekosistem mangrove membuat banyak sekali masyarakat yang tidak menyadari manfaat dan arti penting dari kelangsungan hidup ekosistem mangrove. Untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap kelangsungan hidup ekosistem mangrove, komunitas @mangrovejakarta.id melalui program kerjanya melakukan penanaman mangrove dalam upaya menyelamatkan alam mangrove juga menyelamatkan dunia, dan melakukan sosialisasi kepada partisipan penanam serta masyarakat lokal pesisir melalui edukasi, monitoring, dan evaluasi akan manfaat dan pentingnya menjaga ekosistem mangrove.

Writer: Rara Adelia

Editor: Paundra Hanutama / Bayu Pamungkas

Related posts

[Ind] Mangrove – Pencegah Bencana Alami

editorweb

[Ind] Melibatkan Generasi Muda, Komunitas Karbon Biru Berkolaborasi Dengan Mangrove Jakarta Menanam Mangrove dan Lamun di Pulau Tidung Kecil.

editorweb

Mangroves, The Guardian of The Sea

editorweb

Leave a Comment