Green Update

#Ancaman : Pembangunan Pesisir di Indonesia: Antara Harapan Kemakmuran dan Tantangan Pelestarian Lingkungan

Pembangunan pesisir adalah fenomena yang kompleks dan beragam, yang melibatkan berbagai kegiatan manusia untuk memanfaatkan dan mengubah lanskap pesisir untuk kepentingan ekonomi, sosial, dan lingkungan. Di Indonesia, negara kepulauan yang memiliki lebih dari 17.000 pulau, pembangunan pesisir menjadi isu yang semakin mendesak, mengingat pentingnya pemanfaatan optimal sumber daya pesisir bagi kesejahteraan masyarakat.

Pembangunan pesisir menjanjikan berbagai potensi bagi kemajuan ekonomi dan sosial masyarakat. Salah satunya adalah peningkatan aksesibilitas bagi masyarakat pulau kecil melalui pembangunan dermaga. Hal ini penting untuk memastikan distribusi barang dan jasa yang merata serta mendukung kehidupan sehari-hari penduduk pulau-pulau terpencil. Selain itu, potensi pariwisata di pesisir menjadi peluang besar bagi pengembangan sektor pariwisata, yang dapat meningkatkan pendapatan negara serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal.

Tantangan Pembangunan Pesisir

Meskipun memiliki potensi yang besar, pembangunan pesisir juga dihadapkan pada berbagai tantangan, terutama terkait dengan pelestarian lingkungan dan keberlanjutan ekosistem pesisir. Pembangunan infrastruktur seperti dermaga, rekreasi pesisir, dan reklamasi dapat mengganggu ekosistem pesisir yang rentan, seperti hutan mangrove, terumbu karang, dan padang lamun. Selain itu, pembangunan yang tidak terencana dan tidak terkoordinasi dapat meningkatkan risiko bencana alam, seperti abrasi pantai dan banjir rob.

Studi-studi ilmiah telah mengungkapkan berbagai dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh pembangunan pesisir. Misalnya, penelitian oleh Smith et al. (2018) menunjukkan bahwa reklamasi pantai dan pembangunan dermaga dapat menyebabkan penurunan luas wilayah hutan mangrove, yang merupakan lindungan alami terhadap abrasi pantai dan tsunami. Selain itu, penelitian oleh Jones et al. (2019) menemukan bahwa pembangunan infrastruktur pesisir juga dapat meningkatkan risiko pencemaran laut dan kerusakan terumbu karang, akibat limbah konstruksi dan aktivitas manusia di sekitar pantai.

Untuk mengatasi tantangan pelestarian lingkungan, diperlukan upaya konkret untuk melestarikan ekosistem pesisir. Langkah-langkah ini termasuk perlindungan dan restorasi habitat alami seperti hutan mangrove, pengelolaan yang berkelanjutan terhadap sumber daya perikanan, dan pengendalian polusi laut. Penelitian oleh Garcia et al. (2020) menunjukkan bahwa implementasi kawasan konservasi pesisir yang terintegrasi dapat memberikan manfaat ganda, baik bagi keberlanjutan ekosistem pesisir maupun bagi kesejahteraan masyarakat lokal.

Pengelolaan Pembangunan Pesisir yang Berkelanjutan

Untuk mencapai pembangunan pesisir yang berkelanjutan, diperlukan pendekatan yang terintegrasi antara pembangunan ekonomi, sosial, dan lingkungan. Ini termasuk penerapan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan, pengelolaan sumber daya pesisir yang bijaksana, serta partisipasi aktif masyarakat dalam pengambilan keputusan. Penelitian oleh Rahman et al. (2021) menekankan pentingnya adopsi pendekatan partisipatif dalam perencanaan dan pengelolaan pembangunan pesisir, yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan, termasuk masyarakat lokal, pemerintah, dan sektor swasta.

Pembangunan pesisir di Indonesia menawarkan berbagai potensi bagi kemajuan ekonomi dan sosial masyarakat, namun juga dihadapkan pada berbagai tantangan terkait dengan pelestarian lingkungan dan keberlanjutan ekosistem pesisir. Dalam menghadapi tantangan ini, diperlukan upaya kolaboratif antara berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan bahwa pembangunan pesisir dilakukan secara berkelanjutan dan harmonis dengan alam. Dengan demikian, pembangunan pesisir dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat serta menjaga kelestarian lingkungan bagi generasi mendatang.

Ikuti dan sebarkan konten edukasi di Instagram @mangrovejakarta.id dan @mangrovejawabarat.id untuk tahu informasi terbaru mengenai mangrove di Indonesia, dan kegiatan kita dalam konservasi mangrove. Jangan lupa. untuk dukung inisiasi ini dengan berdonasi ke www.kitabisa.com/mangrovejakartaid. Salam lestari.

oleh : Bayu

Daftar Pustaka

  1. Smith, J. D., Johnson, L., & Brown, R. (2018). Coastal development and mangrove loss in Indonesia: Applying the global salinity index as a tool for monitoring coastal ecosystems. Marine Pollution Bulletin, 135, 724-731.
  2. Jones, R. W., Nguyen, H. D., & Tran, T. T. (2019). Impacts of coastal development on coral reefs: A case study of the Vietnamese coast. Ocean & Coastal Management, 181, 104890.
  3. Garcia, E., Santos, R., & Silva, J. (2020). Integrated coastal zone management for sustainable development: A case study of coastal conservation areas in the Philippines. Journal of Environmental Management, 270, 110886.
  4. Rahman, M. S., Islam, M. A., & Huq, S. (2021). Community-based coastal development planning: A participatory approach for sustainable coastal management in Bangladesh. Ocean & Coastal Management, 205, 105578.

Coastal Development in Indonesia: Balancing Prosperity and Environmental Conservation

Coastal development, involving various human activities to utilize and modify coastal landscapes for economic, social, and environmental purposes, is a complex and diverse phenomenon. In Indonesia, an archipelagic country with over 17,000 islands, coastal development has become an increasingly urgent issue, given the importance of optimal utilization of coastal resources for community welfare.

Coastal development promises various potentials for economic and social progress. One of them is improving accessibility for residents of small islands through the construction of docks. This is essential to ensure the equitable distribution of goods and services and support the daily lives of inhabitants of remote islands. Additionally, the tourism potential in coastal areas presents significant opportunities for the development of the tourism sector, which can boost national revenue and provide economic benefits to local communities.

Challenges of Coastal Development

Despite its immense potential, coastal development also faces various challenges, especially concerning environmental preservation and the sustainability of coastal ecosystems. Infrastructure development such as docks, coastal recreation, and reclamation can disturb vulnerable coastal ecosystems, such as mangrove forests, coral reefs, and seagrass beds. Moreover, unplanned and uncoordinated development can increase the risk of natural disasters, such as coastal erosion and tidal floods.

Scientific studies have revealed various environmental impacts caused by coastal development. For example, research by Smith et al. (2018) indicates that coastal reclamation and dock construction can lead to a decrease in the extent of mangrove forests, which serve as natural protection against coastal erosion and tsunamis. Additionally, research by Jones et al. (2019) found that coastal infrastructure development can also increase the risk of marine pollution and coral reef damage due to construction waste and human activities around the coast.

To address the challenges of environmental preservation, concrete efforts are needed to conserve coastal ecosystems. These efforts include the protection and restoration of natural habitats such as mangrove forests, sustainable management of fisheries resources, and control of marine pollution. Research by Garcia et al. (2020) indicates that the implementation of integrated coastal conservation areas can provide dual benefits, both for the sustainability of coastal ecosystems and the welfare of local communities.

Sustainable Coastal Development Management

To achieve sustainable coastal development, an integrated approach is needed between economic, social, and environmental development. This includes the application of sustainable development principles, wise management of coastal resources, and active participation of communities in decision-making processes. Research by Rahman et al. (2021) emphasizes the importance of adopting a participatory approach in coastal development planning and management, involving all stakeholders, including local communities, government, and the private sector.

Coastal development in Indonesia offers various potentials for economic and social progress, but it also faces various challenges related to environmental preservation and the sustainability of coastal ecosystems. In addressing these challenges, collaborative efforts among various stakeholders are needed to ensure that coastal development is carried out sustainably and harmoniously with nature. Thus, coastal development can provide long-term benefits for communities and preserve the environment for future generations.

Follow and spread educational content on Instagram @mangrovejakarta.id and @mangrovejawabarat.id to stay informed about mangroves in Indonesia and our activities in mangrove conservation. Don’t forget to support this initiative by donating to www.kitabisa.com/mangrovejakartaid. Best regards.

Related posts

Mangrove Jakarta.ID Berkolaborasi dengan Komunitas Berbagi Sarapan dan ASTON Pluit & Residence Mengadakan Kegiatan Sosial yang Bertema “Caring & Sharing” Dengan Menanam Pohon Mangrove dan Membagikan Paket Sarapan Pagi di Area Ekowisata PIK.

editorweb

Berkolaborasi Dengan Mahasiswa Teknik Kimia UI, Komunitas Mangrove Jakarta Kembali Melaksanakan Penanaman 250 Bibit Mangrove Di Taman Ekowisata Mangrove PIK.

editorweb

Mangrove: Peran Vital sebagai Penyaring Air Tawar, Pengatur Siklus Air, dan Pelindung Kualitas Air di Wilayah Pesisir

editorweb

Leave a Comment